Jenis-Jenis Gendongan untuk Bayi Baru Lahir

Di anugerahi dengan kelahiran seorang bayi dalam keluarga memang sangat ditunggu-tunggu oleh para orangtua. Setiap orangtua juga pastinya menginginkan yang terbaik untuk bayinya. Saat ingin mengajak bayi berpergian atau sekedar berjalan-jalan di dekat rumah pastinya kamu akan merasa lelah jika harus terus-terusan menggendong bayi tanpa alat bantu yaitu gendongan. Dengan menggunakan gendongan bayi, para orangtua akan merasa lebih nyaman saat berjalan-jalan dengan bayi.

Saat ini telah tersedia berbagai jenis model gendongan bayi yang berbeda-beda dibandingkan dengan zaman dulu yang hanya berupa gendongan tradisional yang menggunakan kain jarik atau selendang batik. Setiap jenis gendongan bayi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang harus diperhatikan agar keamanan dan kenyamanan bayi tetap terjamin. Berikut adalah beberapa jenis gendongan untuk bayi baru lahir yang perlu diketahui:

  1. Model Selempang
  2. Wraparound Slings (Baby Wrap)
  3. Ring Slings
  4. Hipseat
  5. Baby Carrier (Gendongan Depan)

 

Model Selempang

Model gendongan selempang seperti ini dulu biasanya digunakan oleh para ibu dengan menggunakan kain batik atau kain tradisional lainnya. Namun, saat ini telah dijual model gendongan selempang dengan bentuk yang sudah jadi dan bisa langsung dipakai.

Kelebihan dari model gendongan ini adalah adanya tali penopang yang bisa disesuaikan panjang pendeknya sesuai dengan kenyaman. Model gendongan ini juga cocok digunakan oleh ibu yang masih memberikan ASI pada bayinya karena posisi buah hati yang dapat memudahkan untuk menyusui.

Kekurangannya adalah model gendongan bayi ini didesain untuk bertumpu pada satu bahu. Biasanya gendongan ini akan mulai terasa tidak nyaman bila bayi telah bertambah berat badannya hingga 5 sampai 6 kg. Disarankan untuk selang seling menggunakan bahu saat menggendong agar bahu tidak nyeri sebelah.

Wraparound Slings (Baby Wrap)

Model gendongan ini mirip dengan model gendongan zaman dulu yang menggunakan kain. Perbedaanya hanya pada kain yang digunakan oleh baby wrap ini memiliki bahan yang lebih elastis.

Kelebihan dari model gendongan ini adalah bahan yang fleksibel, karena dapat menciptakan beberapa gaya menggendong. Bayi bisa digendong dengan model samping yang bertumpu pada satu bahu, model depan yang digantung di kedua bahu, ataupun model gendong samping di pinggul. Model gendongan ini juga cocok untuk ibu yang masih menyusui. Gendongan ini sangat cocok untuk bayi baru lahir yang masih memiliki bobot yang ringan.

Kekurangannya adalah untuk menggunakan model gendongan ini agak sedikit sulit karena kamu harus belajar terlebih dahulu cara menggunakannya. Gendongan ini berbentuk kain panjang, maka saat menggunakan gendongan jenis ini memang kurang simpel untuk digunakan dan dilepaskan.

Ring Slings

Model gendongan ini merupakan kain selendang dengan 2 buah lingkaran (ring) dari bahan plastik atau besi yang menempel di salah satu ujungnya. Kedua lingkaran memiliki fungsi untuk mengikat gendongan seperti yang biasa digunakan pada gendongan kain tradisional Indonesia.

Kelebihannya adalah gendongan ini dilengkapi dengan bantalan padding di posisi bahu atau di sepanjang gendongan. Kekurangannya adalah sama seperti model selempang, gendongan ini hanya didesain untuk bertumpu pada satu bahu.

Hipseat

Model gendongan ini menjadi tren akhir-akhir ini karena banyak nya peminat di kalangan orang tua yang baru punya anak. Gendongan hipseat pertama kali di publish oleh negara Korea. Untuk menggendong bayi baru lahir (baby newborn) posisi bayi seperti pada gambar di bawah ini

Baby Carrier (Gendongan Depan)

Gendongan bayi ini banyak familiar di eropa & amerika. Model gendongan ini sangat digemari belakang ini. Pada gendongan jenis ini, posisi bayi akan seperti duduk dan bayi akan ditopang pada bagian depan. Dengan model ini bayi bisa menghadap ke dalam berhadapan dengan yang menggendong atau juga bisa menghadap ke depan. Kelebihan gendongan ini adalah:

  • Pada gendongan ini terdapat dua tali pada bahu untuk menahan beban.
  • Pungung tidak berat sebelah karena beban ditopang oleh kedua bahu.
  • Tangan dapat bebas bergerak.
  • Nyaman karena bayi akan terdekap dengan erat didepan badan sang ibu.
  • Bisa juga digunakan pada punggung, apabila beban terlalu berat.

Tentu saja jenis gendongan ini juga memiliki kekurangan, antara lain:

  • Kurang pas untuk bayi yang baru lahir, karena posisinya
  • Hanya dapat digunakan untuk bayi mulai usia 5-6 bulan, saat leher bayi sudah mulai kuat.
  • Tidak memudahkan ibu yang sedang menyusui.
  • Tetapi hanya gendongan tertentu yang bisa untuk baby newborn.

Untuk menggendong bayi baru lahir dapat di lihat seperti gambar di bawah ini

Open chat
1
Halo, Selamat datang di Bayibu.com

Kirim Pesan Whatsapp seputar pembelian produk di Aimbebe (bayibu.com/shop)
Powered by