Hmm, Kok si Kecil Senang Bercermin Ya? Balita Bunda suka banget di depan kaca

Hmm, Kok si Kecil Senang Bercermin Ya? Tenang Bunda. Nggak masalah kok kalau anak lagi senang bercermin.

Kata psikolog klinis dan founder The Positivity Institute, Dr Suzy Green, sebetulnya melihat anak lagi bercermin dengan aneka tingkahnya yang lucu bisa jadi sesuatu yang menyenangkan buat orang tua lho. Meskipun kegiatanya tampak remeh ya, Bun.

Tapi di balik aktivitas itu sebetulnya ada permainan nggak terstruktur yang dimainkan anak. Permainan nggak terstruktur adalah permainan yang dilakukan tanpa sengaja dan nggak ada objek yang dimainkan tapi bermanfaat buat meredakan stres anak. Hal terpenting, kita juga bisa bonding sama anak.

“Bercermin juga bisa membangun self awareness anak. Bahkan beberapa penelitian menyebut bercermin bisa membangun kemampuan membaca dan motorik anak,” kata Suzy dikutip dari Essential Baby.

Coba deh, Bun, pas anak main cermin kita tempelkan sesuatu yang aman dan mudah hilang misalnya bedak di wajah anak tanpa sepengetahuannya. Kalau anak ngeh dan merespons misalnya menghapus bedak itu berarti anak udah mulai punya self awareness nih. Selain itu, jadi kegiatan yang mengasyikkan ketika kita main cermin bareng anak.

“Nggak perlu yang sulit. Coba main bercermin dengan memasang wajah jelek bersama anak. Itu menyenangkan sekali dan bisa jadi ajang bonding kita dengan anak. Permainan yang lainnya, kita bisa melakukan gerakan di depan cermin bareng anak atau saling mencocokkan outfit yang kita pakai,” kata Suzy.

Kata psikolog anak Anastasia Satriyo atau Anas, bercermin bisa mengaktifkan saraf di otak yang disebut mirror neurons. Nah, mirror neuron di otak yang bikin kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, Bun. Dengan begitu bisa muncul empati pada anak. 

Anas yang praktik di Tiga Generasi ini menambahkan mirroring diperlukan anak untuk belajar emosi. Kalau Bunda mau melakukan mirroring sama anak 1 tahun untuk mengajarkan anak mengungkapkan apa yang dia rasa. Nah, saat umur anak sudah lebih besar, lewat mirroring bunda sama ayah juga bisa mengenalkan emosi ke anak yang lebih kompleks. 

“Selain mengajarkan emosi ke anak, mirroring atau bercermin juga berperan untuk pengenalan diri bayi karena mereka bisa tahu apa sih yang dirasa saat itu. Mirroring juga bisa meningkatkan kemampuan sosial anak dalam berinteraksi sama orang lain, juga berempati,” kata Anas.

Manfaat Bercermin

Menurut Ari Brown, bermain cermin akan meningkatkan kemampuan bayi untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Melalui cermin, Si Kecil juga belajar mengenali ekspresi dan mengasah kemampuan emosinya. Ia akan memahami ketika tertawa, wajahnya akan terlihat lebih menyenangkan dibandingkan saat cemberut.

Selain itu, bercermin juga akan membuat Si Kecil lebih mengenali diri sendiri dan beberapa anggota tubuhnya. Hal ini berguna untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Seperti yang diketahui, seseorang yang mengenali dan bangga kepada dirinya sendiri akan tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri ketika harus bertemu dengan orang lain serta berhubungan dengan dunia luar.

Tips Bermain Cermin dengan Bayi

Nah, untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, Moms bisa melakukan beberapa tips berikut ini saat bermain cermin dengan bayi.

  • Gendong bayi Anda di depan cermin dan tutupi kepalanya dengan selendang. Ketika ia menarik selendang tersebut, ia pun akan terpana melihat wajahnya di cermin. Ciluk, ba!
  • Jika Si Kecil sudah berusia 6 bulan, ajak ia untuk bermain ekspresi di depan cermin. Contohkan beberapa ekspresi wajah kepadanya dan biarkan ia mengikutinya. Setelah itu, bebaskan ia bermain dengan ekspresinya sendiri.
  • Gunakan lipstik berwarna merah dan cium pipi bayi Anda yang berusia 11 bulan. Jika ia menggosok pipinya, berarti ia tahu pasti siapa yang berada di dalam cermin itu. 
1
Halo, Selamat datang di Bayibu.com

Kirim Pesan Whatsapp seputar pembelian produk di Aimbebe (bayibu.com/shop)
Powered by