Antara ASI dengan Susu Formula, Mana Yang Lebih Baik?

Perdebatan mengenai Air Susu Ibu (ASI) versus Susu Formula masih terus berlangsung di masyarakat. Sejatinya, WHO (World Health Organization) telah menegaskan bahwa air susu ibu (ASI) mampu memberikan asupan gizi yang lengkap dan cukup untuk tumbuh kembang bayi.

Pemberian ASI ekslusif direkomendasikan bagi bayi sampai umur 6 bulan dan dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun dengan makanan pendamping yang sesuai.

Perkembangan susu formula (infant formula) sendiri diawali dengan banyaknya bayi yang tidak bisa memperoleh ASI ekslusif, baik karena alasan medis, waktu, maupun keputusan pribadi si ibu. Susu formula komersial pertama diproduksi oleh Henri Nestlé pada tahun 1867. Saat itu, susu formula dibuat dari campuran susu sapi, tepung terigu dan malt, serta potassium bikarbonat.

Keunggulan ASI dibandingkan susu formula atau susu sapi antara lain:

1. ASI menyediakan zat gizi dengan komposisi, jumlah, daya cerna, dan daya serap yang baik bagi bayi

ASI menyediakan zat gizi dengan komposisi, jumlah, daya cerna, dan daya serap yang baik bagi bayi. Dibandingkan dengan susu sapi yang merupakan penyusun utama susu formula, ASI mengandung karbohidrat (terutama laktosa dan oligosakarida) lebih tinggi. Oligosakarida dipercaya membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus yang dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan bayi. Proporsi lemak total di ASI hampir sama dengan di susu sapi, hanya saja komposisi asam lemaknya sangat berbeda. ASI mengandung asam lemak esensial, misalnya DHA, EPA, ALA dan omega-6, yang lebih tinggi dibanding susu sapi. Asam-asam lemak esensial ini terutama penting bagi perkembangan otak dan organ penglihatan pada bayi. Susu sapi memiliki total protein (khususnya casein) yang lebih tinggi dibanding ASI. Namun, casein merupakan jenis protein yang bisa menggumpal dalam perut dan membutuhkan waktu lama bagi bayi untuk mencernanya. Masalah ini tidak muncul pada ASI karena kandungan protein dan caseinnya yang rendah.

2. ASI melindungi bayi dari infeksi dan meminimalisir alergiprotein

ASI melindungi bayi dari infeksi dan meminimalisir alergiprotein pada ASI mengandung komponen antimikroba (immunoglobulin-A, lysozyme, dan lactoferrin) yang lebih tinggi dibanding protein susu sapi. Protein antimikroba ini sangat esensial bagi perkembangan sistem imun tubuh bayi dan melindungi bayi dari berbagai infeksi.

3. Komposisi ASI menyesuaikan dengan perkembangan bayi

Komposisi ASI menyesuaikan dengan perkembangan bayi. Tidak seperti susu formula yang memiliki komposisi zat gizi yang konstan, komposisi gizi pada ASI berubah menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan bayi. Colostrum, cairan ASI kental berwarna kekuningan yang keluar di akhir periode kehamilan, direkomendasikan menjadi makan terbaik pertama bagi bayi yang baru lahir. Colostrum memiliki kandungan protein antimikroba yang tertinggi dibanding ASI biasa dan susu formula, sesuai untuk bayi baru lahir yang masih sangat rentan terhadap infeksi dan perubahan lingkungan.

4. Membantu perkembangan kognitif bayi

Membantu perkembangan kognitif bayi melalui interaksi fisik dan emosional dengan ibu

5. Mengurangi pengeluaran keluarga

Mengurangi pengeluaran keluarga untuk pembelian susu formula dan biaya pengobatan bayi. Pengeluaran standar untuk pembelian susu formula per bulan diperkirakan mencapai Rp 500.000-Rp600.000. Pemberian ASI tentunya akan membantu menghemat pengeluaran keluarga pada dua komponen ini. 

6. Pemberian ASI lebih ramah lingkungan

Dari segi lingkungan, pemberian ASI lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah kemasan dan penggunaan energi untuk produksi dan distribusi susu formula.

Dengan berbagai keunggulan di atas, selayaknya ibu mengusahakan pemberian ASI ekslusif untuk bayinya. Namun, tidak selayaknya masyarakat memandang sebelah mata ibu yang memutuskan untuk menggunakan susu formula, baik sebagian atau sepenuhnya.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, susu formula yang ada di pasaran saat ini telah mengalami banyak perubahan. Pengembangan susu formula selalu difokuskan agar dapat semirip mungkin dengan ASI baik dalam komposisi zat gizi, daya cerna, keamanan, maupun fungsionalitasnya. Hal ini menjadikan susu formula menjadi makanan pengganti terbaik di saat pemberian ASI tidak memungkinkan.

Edukasi mengenai pentingnya ASI perlu diimbangi dengan regulasi yang ketat mengenai distribusi dan pemasaran susu formula di masyarakat dalam rangka menyukseskan program ASI ekslusif 6 bulan. Sumber: https://stem.prasetiyamulya.ac.id/en/news/articles

Open chat
1
Halo, Selamat datang di Bayibu.com

Kirim Pesan Whatsapp seputar pembelian produk di Aimbebe (bayibu.com/shop)
Powered by