7 Tips Menggunakan Hands-Free-Pumping Bra Selama Masa Menyusui

Tahukah kamu, kalau setiap ibu menyusui disarankan untuk memompa ASI secara bersamaan di kedua payudara? Menurut dr. Daniella Prime dari Asosiasi Peneliti ASI dari Madela.com menyatakan bahwa memompa ASI secara bersamaan dari kedua payudara bisa meningkatkan produksi ASI hingga 18%. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa kalori yang terkumpul di dalam ASI juga semakin tinggi. Sayangnya, kegiatan ini cukup mengganggu aktivitas karena gerak tangan yang menjadi terbatas. Karena alasan tersebut, kamu disarankan untuk menggunakan hands-free-pumping bra yang membuat kegiatan memompa ASI secara bersamaan dari kedua payudara tidak mengganggu aktivitasmu. Lalu, bagaimana cara menggunakan hands-free-pumping bra yang benar selama masa menyusui?

Pastikan Ukuran Corong Pompa ASI

Corong pompa ASI berfungsi sebagai penghubung antara puting dengan botol ASI. Jika ukurannya tidak benar, maka letak corong pemompa ASI tidak sesuai dengan posisi puting. Sebaiknya, ukuran corong pompa ASI adalah 4 milimeter lebih besar ketimbang diameter puting. Kamu perlu memastikan bahwa corong pompa ASI tidak terlalu sempit atau besar, karena hal itu hanya akan mengganggu kenyamanan aktivitas memompa.

Apabila corong terlalu sempit, maka bagian pinggir puting akan tergesek dinding corong dan menyebabkan iritasi. Sebaliknya jika ukuran terlalu besar, dikhawatirkan sel-sel kulit mati di area puting justru ikut masuk ke dalam botol ASI.

Pilih Bra dengan Tali Katun

Tali pada hands-free-pumping bra sebaiknya  berbahan lembut. Hal ini diperlukan demi rasa nyaman ketika beraktivitas sambil memompa ASI. Ukuran tali yang kecil akan membuat gesekkan dengan kulit semakin terasa ketika kamu bergerak sambil memompa ASI.

Selain ukurannya, kamu juga perlu mengamati bahan tali tersebut. Sebaiknya, pilih yang menggunakan bahan katun agar tidak membuat area pundak lecet. Jika lecet, kegiatan memompa dengan hands-free-pumping bra akan sangat merepotkan dan tidak nyaman.

Lakukan Pemijatan di Area Payudara

Sebelum melakukan pemompaan, pijat area payudara. Kamu juga sebaiknya melakukan pemijatan berkala selama proses pemompaan berlangsung. Hal ini dilakukan agar saluran ASI lancar dan tidak terhambat. Aliran ASI menjadi lebih lancar dengan pemijatan. Bahkan, penelitian yang dimuat dalam Journal of Perinatology mengatakan jika pemijatan akan membuat ASI keluar lebih banyak sekitar 2 ons.

Morton J., Hally JY, Wong RJ dan kelompoknya juga melakukan penelitian dalam Journal Perinatol tahun 2009, yang mengatakan bahwa rutin memijat saat pemompaan bisa meningkatkan produksi ASI hingga 48% jika dilakukan hingga minggu ke-8 setelah melahirkan.

Perhatikan Posisi Puting Ketika Memompa

Perhatikan posisi puting ketika selama masa pemompaan. Posisi yang tidak benar akan membuat payudara terasa sakit dan aliran terhambat. Pastikan posisi corong puting tidak menekan dan letaknya pas pada lubang hands-free-pumping bra. Kamu juga perlu memerhatikan kondisi bra karena jika lubang tersebut sudah melonggar, corong pompa akan menekan puting yang bisa membuat gesekkan dan menimbulkan iritasi.

Kondisi iritasi pada puting akan sangat mengganggu. Disarankan, kamu menggunakan krim khusus untuk puting jika iritasi terjadi. Puting yang sehat akan membuatmu merasa lebih nyaman ketika memompa atau memberikan ASI secara langsung pada buah hati.

Batasi Aktivitas Berlebih

Memang, hands-free-pumping bra dirancang agar ibu bisa lebih leluasa dalam beraktivitas, namun bukan berarti tanpa batasan. Bra ini dirancang agar kedua tangan ibu lebih bisa melakukan aktivitas lain, seperti membaca, mengetik, atau mengakses ponsel. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh ibu yang bekerja.

Pergerakan berlebih akan membuat puting lebih mudah tergesek dan alami lecet. Jika puting lecet, kamu sebaiknya mengistirahatkan sejenak. Selain lecet, puting juga biasanya akan membesar dan memanjang, namun melebihi ukuran biasanya. Jika ini terjadi, kamu sebaiknya menurunkan kekuatan memompa di sesi berikutnya agar tidak terjadi peradangan lebih lanjut.

Hentikan Metode Ini Jika Terjadi Peradangan

Setiap ibu memiliki cara tertentu yang cocok dalam memompa ASI, termasuk metode hands-free-pumping. Jika kamu mengalami peradangan atau rasa sakit setiap kali setelah melakukan metode ini, kamu sebaiknya menghentikan aktivitas hands-free-pumping. Cobalah menggunakan cara lain, seperti memompa manual atau menggunakan mesin tetapi dengan metode berbeda.

Kamu juga disarankan untuk melakukan konsultasi dengan pakar untuk mengatasi peradangan dan pencarian metode yang tepat. Bisa saja putingmu terlalu sensitif sehingga perlu saran dari ahlinya. Jangan biarkan puting terus-menerus mengalami iritasi karena akan berdampak pada kesehatan mental ibu serta volume ASI yang diproduksi oleh tubuh.

Lakukan Metode Secara Bergantian Sebagai Langkah Pencegahan

Peradangan atau permasalahan lain di puting tentu bukanlah hal yang kamu inginkan. Karena itu, kamu perlu melakukan upaya pencegahan. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan pergantian metode secara berkala. Dengan cara dan kekuatan vakum berbeda, kamu bisa melakukan pencegahan terjadinya peradangan pada puting.

Kamu juga sebaiknya selalu memeriksa ulang kondisi payudara setelah memompa atau memberikan ASI secara langsung. Payudara yang kosong akan terasa lebih lembut dan ringan ketimbang dalam kondisi penuh.

Metode hands-free-pumping bra digunakan agar ibu merasa lebih nyaman dalam beraktivitas. Jika kamu adalah seseorang yang cukup penuh dengan kesibukkan, cara ini bisa sangat membantumu merasa lebih nyaman. Meski demikian, kamu tetap perlu memperhatikan kesehatan puting dan juga cara-cara yang tepat ketika hendak melakukan metode ini. Jangan lupa untuk membeli hands-free-pumping bra dengan bahan katun agar kamu merasa lebih nyaman.

1
Halo, Selamat datang di Bayibu.com

Kirim Pesan Whatsapp seputar pembelian produk di Aimbebe (bayibu.com/shop)
Powered by