7 Penyebab Janin Tidak Berkembang di dalam Kandungan Bunda

Jaga dan selalu cek Perkembangan Janin Bunda

Saat hamil, setiap calon ibu tentu ingin pertumbuhan sang buah hati bisa berjalan dengan normal dan seperti yang seharusnya. Namun seringkali dalam beberapa kondisi pertumbuhan janin tidak berkembang dengan baik.

Janin tidak berkembang atau pertumbuhan janin yang lambat dikenal juga sebagai intrauterine growth restriction (IUGR) adalah suatu kondisi yang menandakan bahwa janin tumbuh lambat dibandingkan yang seharusnya saat berada dalam kandungan selama kehamilan.

Saat diukur secara rutin, berat badan janin akan lebih rendah daripada seharusnya, terutama jika dibandingkan dengan janin yang tumbuh normal pada periode kehamilan yang sama.

Perkembangan, pertumbuhan dan pertambahan berat badan janin sangat penting. Jika terjadi janin tidak berkembang, maka berat badan bayi saat dilahirkan akan menjadi rendah. Nah, kondisi ini pun berisiko lebih tinggi akan mengalami komplikasi.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan janin tidak berkembang, mulai dari penyakit yang dialami Bunda saat hamil maupun faktor genetik. Berikut informasi lengkap tentang penyebab janin tidak berkembang yaitu:

1. Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang buruk

Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari Bunda selama hamil menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kesehatan janin. Studi bahkan menyebutkan bahwa gaya hidup dan kebiasaan saat hamil memiliki efek jangka panjang bagi kehidupan anak.

Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari Bunda selama hamil menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kesehatan janin. Studi bahkan menyebutkan bahwa gaya hidup dan kebiasaan saat hamil memiliki efek jangka panjang bagi kehidupan anak.

Oleh sebab itu, gaya hidup seperti memilih makanan, pola istirahat serta beberapa kebiasaan buruk lainnya seperti merokok atau minum minuman beralkohol pun perlu diperhatikan oleh ibu hamil.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan wanita saat hamil termasuk seperti yang disebutkan di atas memperbesar kemungkinan janin tidak berkembang dengan baik.

Selain itu, kebiasaan kurang mengonsumsi asam folat, baik dari suplemen maupun dari makanan sehari-hari juga turut memengaruhi perkembangan janin, Ma. Terutama di trimester pertama, asam folat sangat penting bagi proses tumbuh kembang janin, terutama di bagian saraf dan otak.

2. Preeklampsia

Tahukah Bunda alasan mengapa tekanan darah selalu diperiksa saat melakukan kontrol bulanan ke dokter? Ini untuk mengetahui apakah Bunda berisiko mengalami peningkatan tekanan darah saat hamil alias preeklampsia.

Kondisi ini juga sering disebut sebagai hipertensi saat kehamilan.

Preeklampsia menyebabkan pembuluh darah menjadi mengerut dan menjadi lebih kecil, yang kemudian akan memengaruhi pertumbuhan janin karena adanya pembatasan aliran darah ke plasenta.

Janin yang sedang berkembang pun mendapatkan lebih sedikit oksigen dan nutrisi dari yang seharusnya, sehingga berisiko membuat janin tidak berkembang dengan optimal.

3. Infeksi

Beberapa penyakit dan infeksi yang dialami ibu hamil juga bisa menjadi penyebab janin tidak berkembang. Misalnya jika janin terinfeksi sifilis (infeksi bakteri menular seksual), cytomegalovirus (infeksi virus yang memiliki dampak signifikan ketika kekebalan tubuh lemah selama kehamilan) dan toksoplasmosis (infeksi dengan parasit yang ditularkan terutama melalui kontak dengan hewan).

Infeksi virus maupun bakteri bisa memberikan efek yang berbahaya bagi ibu hamil. Selain membuat janin tidak berkembang dengan baik, infeksi juga bisa menimbulkan risiko keguguran, gangguan penglihatan dan pendengaran.

1
Halo, Selamat datang di Bayibu.com

Kirim Pesan Whatsapp seputar pembelian produk di Aimbebe (bayibu.com/shop)
Powered by