15 Manfaat Menyusui Bagi Bayi dan Ibu yang Jarang Diketahui

Aktifitas menyusui diakui memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Namun, masih ada banyak manfaat lainnya dari menyusui yang jarang diketahui, karena tidak banyak orang yang membicarakannya.

Tidak hanya nutrisi terbaik yang didapat bayi dari menyusui, namun juga masih banyak manfaat lainnya. Apa sajakah? Mari simak penjelasannya berikut ini.

1. Naluri keibuan menjadi lebih peka

Sebuah penelitian mengungkapkan, aktifitas otak ibu yang menyusui lebih besar dalam situasi dimana sang bayi membutuhkan ibu. Area otak yang berperan dalam kepekaan naluri seorang ibu jauh lebih aktif dibandingkan ibu yang tidak menyusui.

Sehingga keinginan untuk segera memeluk si kecil yang menangis tengah malam jauh lebih tinggi dibanding ibu yang tidak menyusui.

2. Menyusui sebagai kontrasepsi alami

Pemberian ASI eksklusif pada bayi, juga berfungsi sebagai kontrasepsi alami bagi ibu. Karena hormon yang berperan dalam produksi ASI, mengurangi kadar hormon yang berfungsi pada proses ovulasi.

Dampaknya, ibu tidak mengalami haid selama menyusui. Karena itulah, menyusui juga bisa memberi jarak kelahiran yang aman antara satu anak dengan anak lainnya.

3. Sumber nutrisi yang aman bagi bayi

Pada tahun 2008, BBC melaporkan, ada 53 ribu bayi di China yang harus mendapat perawatan intensif karena keracunan susu formula. Hal ini tentu saja membuat orangtua manapun takut. Sedangkan ASI, sudah pasti 100% aman bagi bayi.

Selain itu, bakteri berbahaya yang terdapat di dalam usus bayi dapat menyerap zat besi dari susu formula. Sedangkan zat besi di dalam ASI mengandung protein laktoferin, yang membuat zat besinya hanya dapat dikonsumsi oleh bagian tubuh bayi yang membutuhkan, juga sebagai perlindungan tubuh bayi baru lahir dari infeksi bakteri.

4. Menyusui membuat biaya kesehatan bayi lebih rendah

Sebuah penelitian yang dilakukan dokter anak pada tahun 1999 membandingkan 1000 bayi yang tidak pernah diberi ASI dengan 1000 bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Hasilnya, bayi tanpa ASI lebih sering dirawat di rumah sakit dibandingkan bayi ASI.

Jadi, dengan memberikan ASI eksklusif juga bisa membuat Bunda hemat pengeluaran untuk biaya kesehatan si kecil dalam jangka panjang. Juga waktu yang tidak akan terbuang untuk mengurus si kecil saat sakit, karena bayi ASI cenderung lebih sehat.

Selain itu, ASI juga mengandung asam amino trytophan yang berfungsi memproduksi hormon melatonin. Hormon ini berperan dalam mengatur pola tidur yang lebih baik. Sehingga bayi bisa memiliki tidur yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatannya.

5. Mengurangi risiko sindrom bayi mati mendadak

Studi lain yang dilakukan tahun 2009 meneliti kaitan antara proses menyusui dengan risiko sindrom bayi mati mendadak (SIDS). Hasilnya, aktifitas menyusui ternyata mengurangi risiko bayi terkena sindrom mematikan ini sebanyak 50%.

6. Membantu bayi dengan bobot rendah

Bayi yang memiliki bobot terlalu rendah saat lahir, dianjurkan untuk mengonsumsi ASI. Baik secara langsung dari ibu maupun ASI perah. Karena risiko infeksi yang biasa menyerang bayi lahir dengan bobot rendah bisa berkurang secara signifikan jika ia minum ASI.

7. Kesehatan mental dan fisik ibu

Hormon prolaktin, yang berperan dalam produksi ASI, juga memiliki fungsi dalam kesehatan mental dan penataan emosi. Karena itu, tak heran ibu yang menyusui terlihat lebih tenang dan santai, tidak mudah marah maupun gelisah. Mereka juga cenderung berpikiran positif dalam memandang hidup.

8. Perlindungan terbaik bagi bayi

Manfaat menyusui juga bisa melindungi bayi dari racun polychlorinated biphenyl (PCB) yang menyebabkan konsentrasi rendah dan memori verbal yang buruk. Dalam sebuah studi disebutkan, gejala keracunan PCB ditemukan pada anak-anak yang dulunya tidak diberi ASI.

Menyusui memberi perlindungan terbaik bagi bayi dari racun PCB

9. Perlindungan dari berbagai penyakit dan infeksi

Sementara itu, sebuah studi lain juga membandingkan antara bayi ASI dengan bayi yang diberi susu kedelai. Studi ini menemukan fakta, pemerataan penyakit autoimun seperti tiroid hanya 12 persen pada bayi ASI sedangkan pada bayi yang diberi susu kedelai sebesar 31 persen.

Perlindungan optimal yang berasal dari ASI juga efektif melawan pneumonia dan infeksi telinga. Hal ini hanya bisa didapatkan oleh bayi yang diberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan atau lebih.

Sebuah riset di bidang mikrobiologi juga menyebutkan, kandungan laktoferin dalam ASI berperan sebagai anti adhesi yang mencegah bakteri patogenik berbahaya menempel dalam usus bayi.

Penelitian lain juga membuktikan, infeksi dada yang dialami bayi karena pneumonia bisa memburuk akibat paparan asap rokok. Pemberian ASI eksklusif lebih dari 4 bulan, membuat bayi memiliki perlindungan lebih dari kontaminasi paparan rokok.

ASI eksklusif selama 6 bulan juga bisa mencegah bayi mengalami penyakit alergi di masa kanak-kanaknya. Serta melindungi bayi dari risiko mengalami penyakit kanker saat ia tumbuh.

Menyusui juga bermanfaat dalam tumbuh kembang gigi bayi yang lebih sehat dibandingkan bayi yang minum susu formula.

10. Tumbuh kembang otak bayi lebih cepat

Dalam kasus bayi yang lahir dengan bobot sangat rendah, ASI adalah nutrisi terbaik yang harus diberikan padanya. Karena nutrisi di dalam ASI berperan penting dalam perkembangan saraf pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 36 minggu.

11. Membantu ibu berhenti merokok

Bagi ibu yang suka merokok dan kesulitan menghentikan kebiasaan merokok karena kecanduan nikotin, menyusui bisa membantunya menghindari gejala kecanduan rokok untuk kambuh. Menyusui terbukti berperan penting dalam proses menghentikan kebiasaan merokok pada ibu.

12. Membakar lebih banyak kalori dari tubuh ibu

Produksi ASI, juga membuat ibu membakar banyak kalori di tubuhnya. Kandungan glukosa di dalam darah berperan dalam suplai energi untuk produksi ASI. Jadi, tak heran ibu menyusui makan banyak namun tetap langsing. Karena aktifitas menyusui sama dengan olahraga yang membakar banyak kalori.

13. ASI mudah disimpan dan diawetkan

ASI sangat mudah disimpan dalam freezer dengan suhu minus 20 derajat celcius, dan akan awet selama satu tahun. Dengan begitu, ibu yang memiliki mobilitas tinggi bisa menyimpan ASI-nya tanpa takut basi atau terbuang.

14. Sumber cairan dan nutrisi terbaik untuk bayi

Foremilkadalah ASI yang keluar setelah ibu tidak lagi memproduksi kolostrum, bentuknya encer namun mengandung laktosa dan protein tinggi. Sehingga bisa memuaskan dahaga bayi tanpa mengurangi nutrisi yang ia dapatkan. Foremilk juga berperan dalam perkembangan otak bayi.

Setelah foremilk, tubuh ibu akan mengeluarkan hindmilk  yang lebih kental karena mengandung lebih banyak lemak yang bermanfaat bagi tumbuh kembang fisik bayi.

Kandungan nutrisi di dalam ASI yang dinamis dan selalu berganti, menyesuaikan kebutuhan bayi. Sedangkan susu formula kandungannya hanya itu-itu saja dari awal sampai akhir.

15. Bonding ibu dan bayi, juga membuat bayi tenang

Terkadang, bayi akan ingin menyusu walau mereka tidak lapar. Karena proses menyusui membawa ketenangan dan rasa nyaman bagi bayi. Selain itu, aktifitas menyusui juga memperbanyak kontak bayi dengan ibu sehingga ikatan batin antara mereka lebih kuat.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *