4 Langkah Mencegah dan Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi

Bentuk kepala peyang atau pipih pada bayi dapat terjadi dengan cepat di empat bulan pertama kelahiran bayi. Ini dikarenakan lembutnya tulang tengkorak bayi yang tumbuh setiap menit. Jika kita tidak menjaganya sejak awal, maka besar kemungkinan kepala bayi menjadi peyang.

Bayi-bayi yang lebih banyak terlentang di dalam buaian, car seat, serta ayunan atau bouncer ternyata berisiko menderita plagiocephaly atau kepala peyang. Pipihnya kepala si kecil bisa menyebabkan ia susah mengubah letak kepalanya. Bagian belakang kepala terlihat rata, ukuran telinga kanan dan kiri bayipun berbeda.

Penyebabnya bisa jadi karena posisi tidur bayi baru lahir yang itu-itu saja. Misalnya, selalu dalam posisi terlentang atau selalu miring ke salah satu sisi. Jadi, pembentukan tengkorak kepala yang masih terus berjalan akan mengikuti arah kepala si kecil. Selain itu, bayi dengan kelahiran prematur berisiko lebih tinggi memiliki kepala peyang karena pembentukan tulang tengkorak kepala bayi belum sempurna.

Bunda dapat mencegah dan mengatasi kepala peyang pada bayi sehingga bentuk kepala bayi menjadi normal. Sebaiknya terapkan langkah-langkah ini saat bayi masih kecil atau di bawah umur empat bulan agar kepalanya masih mudah dibentuk:

  1. Cegah kepala peang dengan menghindari posisi tidur bayi baru lahir yang selalu sama. Variasikan posisi berbaring bayi Ibu di atas buaian atau saat ia sedang digantikan baju atau popok, sehingga ia bisa menggerakkan kepalanya ke arah lain.
  2. Saat menyusui, gunakan lengan kiri dan kanan Bunda secara bergantian untuk menyangga kepalanya.
  3. Latih si kecil menggerakkan kepalanya secara aktif. Gunakan mainan lucu yang warna atau suaranya menarik perhatiannya.
  4. Pastikan Bunda menengkurapkan bayi agar kepalanya tak terlalu lama tertekan. Dalam delapan minggu pertama, bayi harus ditidurkan di atas perutnya minimal lima menit sehari. Setelah melewati masa tersebut, sesinya ditambah menjadi tiga sesi per hari yang berdurasi masing-masing lima menit.

Bentuk kepala peang memang tidak berpengaruh terhadap otak si kecil, namun bisa memengaruhi penampilan fisik kepala si kecil kelak. Ada baiknya Bunda melakukan pencegahan, sehingga fisik si kecil bisa berkembang dengan baik dan sempurna.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *